Rabu, 09 Maret 2016

Degrik Purwojati Banyumas

Selamat Datang di Kec. Purwojati. Degrik Purwojati Banyumas

Degrik Purwojati Banyumas Cocok u Pramuka
Degrik merupakan bagian desa Purwojati sebelah timur agak ke arah selatan. Degrik merupakan wilayah pegunungan(igir) yang ditanami berbagai pohon. Sebagian masyarakat ada yang memanfaatkan untuk pengembangan pertanian: padi, kacang tanah, kedelai dan lainnya.

Dahulu degrik sebagai tempat berkumpul untuk para pemuda dalam bermain dan bermusyawarah sebelum mencari rumput dan kayu bakar sehingga sebagai tempat pendidikan alam yang sangat menyenangkan.

Untuk masa depan degrik dapat dikembangkan untuk tempat pendidikan kepramukaan karena cukup dekat dengan penduduk juga masih lingkungannya masih asri sehingga cocok kegiatan-kegiatan outboun lainnya.

Minggu, 06 Maret 2016

Ndi Janjine Bupati Petahana Siki, Aja Asal Ngucap

Kecamatan Purwojati

Esih Kemutan lagi wektu kampanye calon Bupati lan Wakil Bupati, Kabeh wong ngudang-ngudang Bupati siki sing paling bisa kerja karo arep gawe kemakmuran masyakat. Tapi ujarku urung ana katon sing genah program sing di kanggo perubahan sing lewih apik.

Gemiyen tuli wis tau ngucap, arep mbelani rakyat tapi deneng siki nglenthem ora ngurusi janjine sing tau diucapna jaman kampanye.Ganu calone karo pendukunge pada seneng nyacad Bupati sedurunge tapi malah dewek tambah ora karu-karuan.

Programe pembanguna ora sesuai janji karo visi misi calon Bupati sing pada digawe deweke ganu, Wong pada ora mikir, wis pada gawe program lan gawe bupati ora dikawal babar blas, apa pada lengob kabeh apa inyong sing wis linglung ganu ora krungu karo ora weruh tapi siki nuntut janji karena wis krungu karo weruh?

Ndi Pedukunge Buoati Petahana jajal siki pada ngomong dingantek ambe cangkeme Bupati sikilewih apik karo bupati ganu lan wis nepati janjine, jajal aku kepengin weuh

Pelatihan Memandikan Jenazah Oleh KKN STAIN Purwokerto

Pelatihan Memandikan Jenazah Oleh KKN STAIN Purwokerto 

Salah satu program KKN Mahasiswa STAIN Purwokerto tahun 2014 adalah memandikan jenazah yang selama ini memang belum ada, mayarakat Purwojati merasa terbantu karena bagi yang tidak mengetahui akan menjadi lebih tahu bagaimana memandikan jenazah yang benar, Pelaksanaan pelatihan memandikan jenazah ada di Balai Desa Purwojati Kecamatan Purwojati tanggal 4 April 2014 mulai jam 20.00 sampai selesai. pesertanya mengundang dari setiap RT di desa  Purwojati yang berjumlah 36 RT untuk mengirimkan 2 orang wakil 1 dari laki-laki dan 1 dari Perempuan.

Salah satu kewajiban umat Islam apabila ada orang yang meninggal adalah memandikannya, hukumnya fardhu kifayah artinya kalau tidak ada satupun yang memandikan jenazah maka satu wilayah tersebut akan menanggung dosanya tetapi bila ada yang telah memandikannya maka gugurlah kewajibann tersebut.

KKN mahasiswa mulai ada peningkatan dalam memahami persoalan yang ada di desa - desa walau tentunya masih jauh dari yang ideal. tentunya ada keterbatasan-keterbatasan namun demikian KKN STAIN Purwokerto kali ini sangat membantu.

Marjoko, Tebar Benik Ikan Di Kali Logawa

KBRN, Banyumas :Menjaga komitmen untuk  melestarikan lingkungan dan menambah kesejateraan masyarakat Banyumas, Mantan Bupati Banyumas Marjoko Selasa (6/10/ 2015) siang menyebar ribuan ikan air tawar yang berumur 6 bulan, di Sungai Logawa yang berada di Dusun Semaya Desa Sinyalangu Kecamatan Karanglewas Banyumas. 

Menurut Marjoko, sungai logawa, airnya sepanjang tahun tetap terjaga dengan baik, meski mengalami penurunan sedikit saat musim kemarau. Sehingga sangat cocok saat ini, di taburi benih ikan. 

Jika  pada saat musim penghujan, ikan yang ditebar ini bisa berumur 7-8 bulan, maka mampu bertahan dari derasnya air sungai logawa, serta dapat berkembang biak. Lanjut Marjoko, tujuan selain menjaga keseltarian ikan di Sungai Logawa , juga dapat meningkatkan pendapatan warga di sekitar sungai. 

Marjoko juga mengungkapkan akan melakukan perawatan pada pohon yang ada di jalan dokter angka, dengan cara memupuk dan memotong bagian batang. Agar saat musim penghujan tiba, bisa berbunga. Upaya ini dilakukan sebagai kecintaan dirinya kepada Banyumas.meski sudah tidak menjabat Bupati.

““Ada dua ribu bibit ikan mujair usia 6 bulan yang disebar di Sungai Logawa. Untuk usia bibit ikan 6 bulan, sudah cukup kuat dan bisa bertahan hidup, sehingga saya berharap, ikan-ikan ini dua-tiga bulan lagi bisa dinikmati oleh warga Banyumas,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng Amin Fauzan, sebagai desa yang berada di pingir sungai Serayu sangat senang dengan adanya penaburan benih ikan yang dilakukan oleh Marjoko. Karena selama ini, ikan yang ada di sungai logawa, semakin menyusut.

“ Kami sangat senang sekali, Bapak Marjoko, mau menabur benih ikan. Hal ini sangat bermanfaat bagi warga, apalagi ikan di Sungai Loaga mulai berukurang,”kata Amin.

Ikan yang ditebar ini jenis mujaher, pada saat penebaran bibit ikan, juga dihadiri sejumlah mantan kepala desa yang berada di sekitar sungai logawa. (RA) sumber:http://www.rri.co.id/purwokerto/post/berita/206725/banyumas/marjoko_tebar_benik_ikan_di_kali_logawa.html

Banyak Berbagai Kasus Lendir yang Belum Terungkap

Purwojati. Banyak Berbagai Kasus Lendir yang Belum Terungkap

Terkuaknya kasus guru caul sebuah lembaga pendidikan SLTP, orang terhenyak tidak menyangka akan kejadian seperti itu dan bisa dilakukan profesi tersebut dan di tempat yang tidak disangka-sangka. Kasus ini tentunya mencoreng banyak pihak terutama lembaga pendidikan tersebut.

Dari data yang kami terima, kami mempunyai saluran informasi yang cukup valid adnya kasus-kasus yang lain berkaitan dengan "Kasus lendir" ini. Masih banyak kasus yang belum terbuka, kalau kami kewenangan membuka kasus tersebut tentunya akan kami buka tentunya dengan dukungan data.

Kasus-kasus seperti ini sudah sering terjadi, membuat kita harus bertanya-tanya pada diri kita apakah budaya seperti itu memang pantas dan wajib dilakukan? karena orang sudah banyak yang melakukan dan dianggapsudah biasa. Kalau memang hal sudah menjdai budaya tentunya sudah sangat mengkhawatirkan moral kita. Kita wajib bertanya pada diri kita sendiri sudahkah agama kita dijalankan sesuai dengan yang ditetapkan?

Mari kita sama-sama merenung untuk terus melihat kekurangan dan perilaku yang telah kita lakukan untuk memperbaiki tingkah laku kita.

Saluran Banyumas TV- Tivine Inyong Pada

Kecamatan Purwojati. Saluran Banyumas TV- Tivine Inyong Pada

BMS TV mempunyai kantor dan studio yang berlokasi tak jauh dari kampus Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto tepatnya di Gedung Bina Sarana Informatika (BSI) Purwokerto, Jl. H.R. Bunyamin 106 Purwokerto
Program acara bernuansa lokal yang menjadi andalan BMS TV antara lain adalah komedi Kartun Banyumasan dengan logat Ngapak-nya yang khas, Ndopok Dablongan, program berita Warta Banyumas, Gudril Banyumasan dan lain sebagainya. Selain menayangkan program acara sendiri, BMS TV juga menayangkan siaran relai dari televisi lain.
Pada awal pendiriannya BMS TV sempat merelai acara dari TPI[2], kemudian merelai SUN TV saat menjadi jaringan SUN TV. Saat tahun 2013, kerjasama dengan SINDOtv berakhir, BMS TV mulai merelai acara dari B-Channel dan NET. Sejak tahun 2014 BMS TV hanya menyiarkan dari NET. saja.
Saat ini BMS TV merelai program acara dari Kompas TV. BMS TV menjadi salah satu referensi berita yang terjadi di wilayah Barlingmascakeb maupun sekitarnya.(sumber wikipedia)


Jumat, 19 Februari 2016

Lagi Kasus Lendir Menyeret Guru di Purwojati

Kasus Lendir memang tidak pernah sepi di Purwojati, bergantian kejadian berkaitan dengan kasus lendir. Kali melibatkan guru salah satu SLTP swasta di Desa Purwojati Kecamatan Purwojati yang menyebabkan korban pendarahan, lebih parahnya dilakukan lebih dari seseorang.
Kasus sudah dilaporkan ke Polsek Purwojati namun dicabut, ada rumor yang menyusurh adalah orang yang paling berpengaruh di Kecamatan Purwojati.
berita ada http://satelitnews.co/berita-geger-guru-diduga-cabul-.html