Tampilkan postingan dengan label Purwojati Banyumas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Purwojati Banyumas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Maret 2016

Degrik Purwojati Banyumas

Selamat Datang di Kec. Purwojati. Degrik Purwojati Banyumas

Degrik Purwojati Banyumas Cocok u Pramuka
Degrik merupakan bagian desa Purwojati sebelah timur agak ke arah selatan. Degrik merupakan wilayah pegunungan(igir) yang ditanami berbagai pohon. Sebagian masyarakat ada yang memanfaatkan untuk pengembangan pertanian: padi, kacang tanah, kedelai dan lainnya.

Dahulu degrik sebagai tempat berkumpul untuk para pemuda dalam bermain dan bermusyawarah sebelum mencari rumput dan kayu bakar sehingga sebagai tempat pendidikan alam yang sangat menyenangkan.

Untuk masa depan degrik dapat dikembangkan untuk tempat pendidikan kepramukaan karena cukup dekat dengan penduduk juga masih lingkungannya masih asri sehingga cocok kegiatan-kegiatan outboun lainnya.

Minggu, 06 Maret 2016

Marjoko, Tebar Benik Ikan Di Kali Logawa

KBRN, Banyumas :Menjaga komitmen untuk  melestarikan lingkungan dan menambah kesejateraan masyarakat Banyumas, Mantan Bupati Banyumas Marjoko Selasa (6/10/ 2015) siang menyebar ribuan ikan air tawar yang berumur 6 bulan, di Sungai Logawa yang berada di Dusun Semaya Desa Sinyalangu Kecamatan Karanglewas Banyumas. 

Menurut Marjoko, sungai logawa, airnya sepanjang tahun tetap terjaga dengan baik, meski mengalami penurunan sedikit saat musim kemarau. Sehingga sangat cocok saat ini, di taburi benih ikan. 

Jika  pada saat musim penghujan, ikan yang ditebar ini bisa berumur 7-8 bulan, maka mampu bertahan dari derasnya air sungai logawa, serta dapat berkembang biak. Lanjut Marjoko, tujuan selain menjaga keseltarian ikan di Sungai Logawa , juga dapat meningkatkan pendapatan warga di sekitar sungai. 

Marjoko juga mengungkapkan akan melakukan perawatan pada pohon yang ada di jalan dokter angka, dengan cara memupuk dan memotong bagian batang. Agar saat musim penghujan tiba, bisa berbunga. Upaya ini dilakukan sebagai kecintaan dirinya kepada Banyumas.meski sudah tidak menjabat Bupati.

““Ada dua ribu bibit ikan mujair usia 6 bulan yang disebar di Sungai Logawa. Untuk usia bibit ikan 6 bulan, sudah cukup kuat dan bisa bertahan hidup, sehingga saya berharap, ikan-ikan ini dua-tiga bulan lagi bisa dinikmati oleh warga Banyumas,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng Amin Fauzan, sebagai desa yang berada di pingir sungai Serayu sangat senang dengan adanya penaburan benih ikan yang dilakukan oleh Marjoko. Karena selama ini, ikan yang ada di sungai logawa, semakin menyusut.

“ Kami sangat senang sekali, Bapak Marjoko, mau menabur benih ikan. Hal ini sangat bermanfaat bagi warga, apalagi ikan di Sungai Loaga mulai berukurang,”kata Amin.

Ikan yang ditebar ini jenis mujaher, pada saat penebaran bibit ikan, juga dihadiri sejumlah mantan kepala desa yang berada di sekitar sungai logawa. (RA) sumber:http://www.rri.co.id/purwokerto/post/berita/206725/banyumas/marjoko_tebar_benik_ikan_di_kali_logawa.html

Banyak Berbagai Kasus Lendir yang Belum Terungkap

Purwojati. Banyak Berbagai Kasus Lendir yang Belum Terungkap

Terkuaknya kasus guru caul sebuah lembaga pendidikan SLTP, orang terhenyak tidak menyangka akan kejadian seperti itu dan bisa dilakukan profesi tersebut dan di tempat yang tidak disangka-sangka. Kasus ini tentunya mencoreng banyak pihak terutama lembaga pendidikan tersebut.

Dari data yang kami terima, kami mempunyai saluran informasi yang cukup valid adnya kasus-kasus yang lain berkaitan dengan "Kasus lendir" ini. Masih banyak kasus yang belum terbuka, kalau kami kewenangan membuka kasus tersebut tentunya akan kami buka tentunya dengan dukungan data.

Kasus-kasus seperti ini sudah sering terjadi, membuat kita harus bertanya-tanya pada diri kita apakah budaya seperti itu memang pantas dan wajib dilakukan? karena orang sudah banyak yang melakukan dan dianggapsudah biasa. Kalau memang hal sudah menjdai budaya tentunya sudah sangat mengkhawatirkan moral kita. Kita wajib bertanya pada diri kita sendiri sudahkah agama kita dijalankan sesuai dengan yang ditetapkan?

Mari kita sama-sama merenung untuk terus melihat kekurangan dan perilaku yang telah kita lakukan untuk memperbaiki tingkah laku kita.

Saluran Banyumas TV- Tivine Inyong Pada

Kecamatan Purwojati. Saluran Banyumas TV- Tivine Inyong Pada

BMS TV mempunyai kantor dan studio yang berlokasi tak jauh dari kampus Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto tepatnya di Gedung Bina Sarana Informatika (BSI) Purwokerto, Jl. H.R. Bunyamin 106 Purwokerto
Program acara bernuansa lokal yang menjadi andalan BMS TV antara lain adalah komedi Kartun Banyumasan dengan logat Ngapak-nya yang khas, Ndopok Dablongan, program berita Warta Banyumas, Gudril Banyumasan dan lain sebagainya. Selain menayangkan program acara sendiri, BMS TV juga menayangkan siaran relai dari televisi lain.
Pada awal pendiriannya BMS TV sempat merelai acara dari TPI[2], kemudian merelai SUN TV saat menjadi jaringan SUN TV. Saat tahun 2013, kerjasama dengan SINDOtv berakhir, BMS TV mulai merelai acara dari B-Channel dan NET. Sejak tahun 2014 BMS TV hanya menyiarkan dari NET. saja.
Saat ini BMS TV merelai program acara dari Kompas TV. BMS TV menjadi salah satu referensi berita yang terjadi di wilayah Barlingmascakeb maupun sekitarnya.(sumber wikipedia)


Jumat, 15 Agustus 2014

Pemasangan Majalah Dinding TBM Media Cerdik Purwojati Di Tempat Umum


Pemuda Pakarti. Pengurus TBM Media Cerdik dan Pengurus Pemuda Pakarti telah membuat Majalah Dinding atau papan informasi bagi masyarakat untuk dipasang di tempat umum, Papan juga sudah dibut jadi dengan ukuran 1,5 m x 1, 2 m dibuat dari kayu dan menggunakan kaca, sehingga informasi dapat dibaca bolak -balik atau dua arah.

Pembuatan majalah dinding ini bukti Pemuda Pakarti dibawah bimbingan Yayasan Guru Ngaji Indonesia Cabang Banyumas selalu peduli dengan pembangunan Indonesia khususnya wilayah Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas. Walau banyak mendapat rintangan Pemuda Pakarti selalu melakukan yang terbaik untuk lingkungan.

Pembuatan papan ini menghabiskan dana Rp. 3,000.000,- dari modal sendiri tanpa meminta sumbangan dari masyarakat. sehingga pembuatan ini tidak menyusahkan atau merugkan masyarakat. tentunya operasionalnya yang nantinya akan mengalami kesulitan kalau tidak ada dukungan emerintah, masyarakat, dan usahawan.

Pemasangan TBM ini dipasang di tempat umum yang setiap orang bisa melihatnya , sehingga masyarakat dapat mengambil keuntungan dengan adanya Papan info Papan info ini.

Minggu, 03 Juni 2012

Religiusitas Lengger Gerduren Itu tidak ada

Istilah Religiulitas adalah diambil dari kata Religi, jadi religiulitas maksudnya adalah bersifak keagamaan. Padahal kita tahu bahwa Agama di Indonesia Baik itu Islam, Hindu, Budha dll tidak mengatur mengenai lengger, apalagi lengger suatu wilayah desa tertentu , jelas hal itu tidak ada.

Religiulitas yang dimaksud mungkin kesakralan atau kemistikan adalah memang ada, bahkan mungkin suatu keharusan bagi grup lengger atau kesenian lainnya seperti ebeg dan lainnya, religiulitas disini dimaksudkan untuk mencari penglarisan dan kelancaran dalam berusaha melalui seni dan tidak mendapat halangan dengan jalan menyepi di gunung-gunung atau padepokan dan lainnya.

Religi itu tidak mengatur budaya setempat tapi falsafah budaya itu sendiri bukan nama suatu kesenian atau grup dari daerah tertentu. Jadiu kalau ada yang mengatakan lengger mempunyai sifat keagamaan atau yang dimaksud Lengger bersifat religi itu tidak ada.

Sabtu, 19 Mei 2012


Pemuda Harus ber-pakarti Bela dan Bangun Negara Indonesia

Pemuda adalah generasi penerus bangsa dan merupakan sendi pokok pembangunan bangsa dan negara, oleh karena pembangunan harus dari dan ke arah pemuda agar bangsa ini mempunyai karaker ygni baik dan mesra sesama anak bangsa dan bagsa ini bisa tetap jaya dan tidak mengalami lost generation, pemuda harus bisa melihat sejarah bangsa yang telah diperjuangkan dengan darah dan nyawa jadi harus ber-pakarti bela dan bangun negara

Berbagai program pemerintah harus banyak memberdayakan Pemuda Indonesia bukan untuk membesarkan pengusaha nakal yang hanya merusak dan mengkorupsi uang negara.

Sebagai pemuda juga harus mempunyai keinginan kuat untuk berubah mempunyai karakter majikan bukan sebagai buruh saja, dengan membuka usaha kecil maka pemuda bisa belajar menjadi Majikan, sehingga lapangan pekerjaan dan perekonomian akan meningkat dengan sangat pesat.

Pemuda jaman sekarang harus pandai menggunakan Internet sebagai sarana berkreasi dan aksi yang positif guna pengembangan diri. Dari internet ini pemuda bisa :

  1. Mencari pendapatan dan sekolah beasiswa lewat internet melalui Website atau Blog.
  2. Mempromosikan produk buatannya baik itu makanan daerahpakaian daerah, dan lainnya.
  3. Menjadi afiliasi ( Produk worpress, dll )
  4. Memberikan info reseller produk-produk tertentu.
Disamping itu pemuda harus :

A. Peduli lingkungan
  1.  Bisa mendirikan /Pendiri sekolah non formal baik itu paud, TPQ, KF, Kursus dan lainnya.
  2. Menjadi Guru non formal : Guru NgajiGuru MadinGuru Kecakapan hidup ,Terapist,dll
  3. Memproduksi dan menjual barang dan jasa seperti : herbal atau jamu , menulis skripsi dan laporan PKL,
saya sendiri sebagai pemuuda telah mendirikan dan membangun sekolah baik formal maupun non formal gratis serta pengembangan kreativitas pemuda sebagai bentuk bakti dan bela negara yang kucinta.diantaranya bentuk tersebut yaitu :

  1. Diniyah Athfal Shidiqiin Wara`
  2. Dinyah Ula Shidiqiin Wara`
  3. Diniyah Wustho Shidiqiin Wara`
  4. Diniyah `Ulya Shidiqiin Wara`
  5. Ma`had ` Aly
Kegiatan lain yaitu :
Ketua YGNI Banyumas, Mendirikan TBM Media Cerdik, ikut mempromosikan Visit Banyumas dan Jawa Tengah Year dll
Pemuda
Sumber diambil dari Pemuda Pakarti Purwojati