Rabu, 22 Mei 2013

Ini 40-an wanita diduga terima uang Fathanah


Ini 40-an wanita diduga terima uang Fathanah

Ronald Steven

Ini 40-an wanita diduga terima uang Fathanah
Ahmad Fathanah (Dok. SINDOphoto)
Sindonews.com - Tersangka kasus duagaan suap dan pencucian uang kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian Ahmad Fathanah, dikenal sebagai dermawan.

Kerabat dekat mantan presiden Partai Keadilan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq itu, diketahui sering memberikan uang ataupun barang kepada teman wanita yang dikenalnya. 

Beberapa nama wanita yang diduga mempunyai hubungan dekat dengan Fathanah pun sudah dipanggil Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan, dan beerapa diantaranya sudah mengembalikan uang dan benda pemberian Fathanah ke KPK.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan, Fathanah diduga telah mengalirkan uangnya ke 45 orang yang mempunyai hubungan kedekatan dengannya. Sebagian besar dari 45 nama tersebut adalah wanita

Ada pun 45 orang yang diduga menerima aliran dana Fathanah sebagai berikut:

1. Dewi Kirana: Rp156 juta lewat Bank BCA, 30 kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober2005. Rp6,75 juta lewat Bank BCA, empat kali, per 9 Februari 2004-15 Juni 2005. Rp265 juta lewat Bank Mandiri, delapan kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

2. Yulia Puspitasari: Rp110 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

3. Evi Anggraini: Rp525 juta lewat Bank Mandiri, tiga kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013, PT Swakarya Adi Indah. Dan Rp600 juta lewat Bank Mandiri, 12 kali.

4. Ade Raechani: Rp6 juta lewat Bank BCA, tiga kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

5. Amelia Oktrivina: Rp30 juta lewat Bank BCA, satu kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

6. Andi Marniaty: Rp47,5 juta lewat Bank BCA, tujuh kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

7. Fatimah Samsi: Rp16,5 juta lewat Bank BCA, delapan kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

8. G Irena Wiradiputri: Rp11,7 juta lewat Bank BCA, satu kali, per 16 Maret 2004-14 oktober 2005.

9. Elly: Rp64,5 juta lewat Bank BCA, dua kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

10. Mimin Mintarsih: Rp7,25 juta lewat Bank BCA, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005. Rp14,875 juta lewat Bank BCA, satu kali, per 9 Februari 2004-15 Juni 2005.

11. Nurmala Sari Dewi: Rp1,1 juta lewat Bank BCA, satu kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

12. Hanny Surawati: Rp3,5 juta lewat Bank BCA, dua kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

13. Kiki Rizki Amalia: Rp7,5 juta lewat Bank BCA, dua kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

14. Eveline J: Rp4,25 juta lewat Bank BCA, satu kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

15. Rina Remilya: Rp120 juta lewat Bank BCA, sembilan kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

16. Novia Ardhanariswa: Rp128,5 juta lewat Bank BCA, delapan kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

17. Rika Setiati: Rp5 juta lewat Bank BCA, dua kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

18. Siti Asmala, Staf PT Winara Sabena, Konsultan Penilai: Rp 496 juta lewat Bank BCA, 47 kali, 16 Maret 2004-14 oktober 2005. Dan Rp 28,5 juta lewat Bank BCA, dua kali, per 9 Februari 2004-15 Juni 2005.

19. Soleha: Rp13,7 juta lewat Bank BCA, tiga kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

20. Virdavid Chandra: Rp725 juta lewat Bank BCA, satu kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

21. Yuandi Tjandra: Rp9,4 juta lewat Bank BCA, dua kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

22. Sukesi: Rp52 juta lewat BCA, tiga kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

23. Yulaikha S Bany: R 3,15 juta lewat Bank BCA, satu kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

24. Yulia Rivani Yusuf: Rp10 juta lewat Bank BCA, satu kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

25. Wiwik Ermanto: Rp500 juta lewat (data error), satu kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

26. Shela Aprilliana: Rp3 juta lewat Bank BCA, satu kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

27. Amel Fadly, wiraswasta, CV Dana, diduga adik Fathanah, Rp1,271 miliar lewat Bank Mandiri, dua kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

28. Vivi Rosita Polandi: Rp100 juta lewat Bank Mandiri, dua kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013. Rp50 juta lewat Bank Mandiri, dua kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

29. Amalia Malik: Rp372 juta lewat Bank Mandiri, delapan kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

30. Putri Devani Kusumasari: Rp150 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

31. Fitri: Rp90 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

32. Dian Cendayani: Rp50 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

33. Etti Sukaeti: Rp45 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

34. Linda Silviana, profesional/dokter di RSUD Sabang, Istri Ahmad Zaky kader PKS, satu kali, Rp 1,025 miliar.

35. Dewi Akmalia: Rp150 juta lewat Bank Mandiri, tiga kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

36. Maryano: Rp24,9 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

37. Ruliana Rebecca: Rp46 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

38. Sefti Sanustika: Rp269 juta lewat Bank Mandiri, sembilan kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

39. Srikandi Rohani: Rp50 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

40. Tri Kurnia Rahayu: Rp35 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

41. Surtini Gulyanti, Rp17 juta lewat Bank Mandiri, enam kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

42. Yulia Puspitasari R Sose: Rp170 juta lewat Bank Mandiri, empat kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

43. Elsya Putri Adiyanti, 20 tahun, wiraswasta: Mandiri overbooking Rp2 miliar lewat Bank Mandiri, dua kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013. 

44. Erna Komalaningrum: Rp25 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

45. Erna: Rp53 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013


(lal)

Rabu, 01 Mei 2013

Selamat Hari Buruh Sedunia Tapi Masih Merana | May Day ~ RARAS WURI MISWANDARU

Selamat Hari Buruh Sedunia Tapi Masih Merana | May Day ~ RARAS WURI MISWANDARU


Selamat Hari Buruh , semoga Pemerintah  benar-benar peduli akan kesejahteraan para buruh baik buruh di sektor formal maupun di sektor non formal , Pemerintah jangan hanya membela pengusaha dan keinginan asing saja, rakyat butuh kesejahteraan dan jaminan hidpu yang lebih layak.

Kalau Pemerintah dan Dewan tidak becus urusi rakya dan tidak bisa membela rakyat maka lebih baik mundur jangan hanya memperkaya diri seniri saja rakyat tidak dipikirkan